Jumat, 14 Mei 2021

Perempuan dan Personal Branding, Pentingkah ?



         Halooo, finally yah jumpa lagi bersama tulisan saya yang sangat musiman ini wkwk. Bytheway Taqobbalallahu minna wa mingkum teman-teman, mohon maaf lahir dan batin. Kali ini saya mau cerita tentang personal branding nih wa bil khusus untuk perempuan, why ? karena perempuan adalah makhluk yang suka ikut-ikutan, kurang percaya diri sehingga ia susah menemukan jati diri yang akhirnya suka menyalahkan takdir.

           Oke untuk awal kita bahas dulu apa sih itu Personal Branding ? sederhananya personal branding itu adalah seperti apa kita ingin dikenal/dipandang oleh orang lain/publik, berarti berkaitan dengan cara kita membawa diri, memposisikan diri dihadapan publik. Lalu apakah personal branding itu penting ? tentu, ketika seseorang memiliki personal branding yang kuat maka semakin mudah seseorang tersebut mendapatkan penilaian positif dari orang lain, sebagai seorang influencer atau pendakwah hal ini sangat penting karena dengan penilaian positif yang terbangun memudahkan masyarakat menerima apa yang disampaikan olehnya sehingga nilai kebaikannya tercapai.

           Sebagai seorang perempuan juga memiliki personal branding sangat penting. dari yang saya perhatikan ditengah-tengah kehidupan sosial bahwa perempuan lebih suka ikut-ikutan justru merasa aneh ketika dirinya berbeda dari orang lain,  merasa insecure dengan hal-hal yang orang lain miliki sedangkan dia tidak miliki yang akhirnya suka protes, ya allah kenapa begini sekali hidupku. tidak bermanfaat sekali bukan ?. Sebagai manusia kita mesti tau dulu bahwa setiap kita memiliki ciri khas tersendiri, setiap diri memiliki keunikan masing-masing. Saudara kembar aja punya karakter yang berbeda. Awal kita mesti sadar ini dulu, kebanyakan dari kita (re:perempuan) cenderung merasa aneh ketika dirinya beda dari kebanyakan teman sepergaulannya padahal no worries misal teman sepergaulanmu menyukai warna pink dan kamu warna hitam atau teman sepergaulanmu suka tampil glamour sedang kamu ndak. Ya udah nyamannya kamu seperti itu, jangan maksa.

          Nah sekarang kenapa perempuan juga penting untuk memiliki persoalan branding, selain dari yang saya sampaikan diatas bahwa perempuan adalah makhluk dengan segudang masalah, teriak sana sini menuntut kesetaraan gender tapi yang ia pahami tentang gender hanya pekerjaan dan rumah tangga, menuntut dihargai sana-sini tapi attitude serta akalnya mandet, terus berkeliaran tanpa menutup aurat, Allah aja yang maha pengampun nggak terima hambanya yang sholat dengan aurat terbuka. Personal branding macam apa yang mau dibangun kalo dimata Allah aja udah cacat? Hmmm kan kebawa emosi, sorry gesss bukan maksud untuk merendahkan perempuan namun memang terkadang kita mesti paham tupoksi serta porsi sebagai hamba juga antarmanusia.

          Bagaimana cara perempuan membangun personal branding ? saya copas dari Farah Qoonita dalam sebuah podcastnya menyebutkan bahwa ada tiga hal yang bisa membangun personal brandings ebagai seorang muslimah yaitu :

1.       Akhlak, kita mesti tahu dulu akhlak sebagai seorang perempuan seperti apa, batasan-batasan sebagai seorang perempuan seperti apa. ‘’You must know who is you’’

2.       Skill, nah ini yang saya bahas diatas bahwa tiap kita memiliki keunikan masing-masing, tugasnya adalah kita cari kemampuan atau keunggulan kita di bidang apa atau kita ingin dikenal sebagai apa. Jika ingin dikenal sebagai seorang aktivis semisal ya lakukan pendekatan-pendekatan yang berkaitan dengan itu mungkin dengan mulai banyak membaca buku-buku gerakan misal,  semisal ingin dikenal sebagai volunteer semisal ya lakukan pendekatan juga yang berkaitan dengan dunia kerelawanan. Skill mesti dibangun

3.       Nilai, ini yang menjadi muara dari skill yang kita bangun, nilai kebermanfaatan. Sejauh mana kebermanfaatan kita terhadap skill yang kita bangun. Personal branding tanpa nilai itu sia-sia. Sama seperti ketika kamu melewati jalan berkilo-kilo meter namun ternyata buntu.

       Jadi sebenarnya personal branding membantu kita mengenal dan mengetahui kemampuan diri sehingga memudahkan kita memposisikan diri dihadapan publik sesuai fitrahnya kita sebagai perempuan.   Gimana paham nggak ? duhhh ampun-ampun ya kalo kurang ngerti, maklum sedang belajar juga 😊

       Semangat ya membangun personal brandingnya, ingat jangan takut berbeda dan bersuara pastinya, dunia ini luas kalo hanya laki-laki yang berdakwah kapan islam jayanya ?

Bye, semoga bermanfaat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar