Tentu diumur yang semakin bertambah kita dihadapkan oleh pilihan besar dalam hidup antara kesejahteraan pribadi, keluarga dan masyarakat umum, Tak terelakkan. Menjadi seorang dewasa dan single tentu kamu punya mimpi dan target dalam hidup yang artinya harus selalu diikhtiarkan juga sebagai anak kamu tentunya punya kemauan dan tekad membahagiakan orang tua tentu dalam takaran materi. Pun sebagai kaum sosialis yang dari lahir hidupmu lingkungan sosial sudah menjadi satu kesatuan dengan hidupmu tentu juga kamu ingin memiliki andil dalam hal kesejahteraan mereka entah dalam hal moril maupun materil.
Nah bagi saya pribadi bukan hal mudah melakukan semua hal diatas dengan pola modernisasi zaman yang memberi peluang menjadi kaum apatis, untuk point 1 dan 2 mungkin akan bisa sejalan kalau diukur dengan materi (uang), namun point 3 ? Bagaimana teman teman akan memposisikan diri menjadi pengabdi sosial sedangkan orientasi materi dalam diri kita tinggi ? Apakah peran sosial kita bisa dibayar dengan uang ? Hal yang kurasa cukup kontradiktif. Uang dan teknologi tidak bisa menghapuskan buta aksara teman teman, yang artinya peran moril kamu yang orang-orang butuhkan. Langkah kecil kamu yang menjadi dorongan orang orang untuk belajar.
Saya menulis ini karena melihat betapa banyak orang-orang yang dulunya adalah orang yang sangat berpengaruh dalam tatanan masyarakat lantas harus diam dan kaku dalam persoalan seperti ini dengan alasan sibuk bekerja dan sebagainya pun disaat yang bersamaan saya melihat banyak anak-anak yang semakin kesini pola hidupnya tidak terkontrol dengan baik seperti menjadikan gadget sebagai teman, masa bodoh dengan kebodohan, kekurangan adab dsb. Itu bukan hal sepele, ingat bahwa dunia tidak hadir hanya untuk kamu dan orang orang sebayamu. Kedepannya masih akan banyak generasi generasi baru yang akan tumbuh yang berarti apa yang kamu lakukan serta warisi kepada mereka itu yang akan menjadi acuan hidup mereka.
Saya pribadi juga manusia yang butuh uang dan tentu menjemputnya dengan bekerja. Namun sedari dulu saya punya prinsip untuk tidak menjadikan orientasi pekerjaan adalah uang, i dont know how to explain more, tapi saya percaya dan yakin kalau segala yang kita lakukan serta dapatkan akan bergantung dari apa yang kita niat atau orientasikan, well itu terwujud :))) setiap saya niatkan saya bekerja untuk ilmu dan pengalaman maka itu yang saya peroleh + bonusnya adalah uang. Saya tidak memposisikan uang sebagai hal yang tidak penting ya, penting bahkan sangat penting akan tetapi bagi saya pribadi keringat dan kerja keras tidak bisa diukur dengan nomimal yang tak seberapa tersebut :) yang pantas untuk membayar semua itu ya pengalaman dan ilmu tersebut. Saya tidak peduli dengan apapun yang lakukan untuk mendapatkan uang (harus halal) selagi saya bisa mendapatkan banyak peluang kebermanfaatan saya akan jalani. Sesimpel itu cara saya menikmati hidup
Ingat bahwa keberadaan kamu yang sudah berilmu sangat penting dalam lingkungan sosial, silahkan menjadi realistis tapi jangan apatis.
Sekian dari ocehan tengah malam ini,
Sampai ketemu di lingkaran kebermanfaatan :)))
x
