Setahun berlalu tulisan terakhir sebelum ini terpublish artinya setahun penuh mencoba menjalani dan menikmati kehidupan tanpa banyak bercakap di social media, teman-teman yang mengenal saya mungkin tahu betul bagaimana ocehan saya berseliweran di social media pada tahun-tahun sebelumnya daaan setiba-tiba berhenti berceloteh wkwk namun teman-teman juga pasti tahu dengan apa yang terjadi, yes I am Married hehe…
Menikah, menjadi istri lalu sekarang menjadi ibu adalah hal yang tidak tertebak oleh saya. Rasanya baru kemarin saya kesana kemari dengan ransel hijau andalan menikmati indahnya pantai, gunung, sawah rasanya baru kemarin saya mondar mandir memakai jas maron berceloteh didalam forum perkaderan IMM rasanya rasanya rasanya sepertinya terlalu banyak yang sudah dirasakan hingga Allah menakdirkan rasanya menjadi istri juga ibu dalam waktu yang tepat, Alhamdulillah…
Setelah mengenal dan gagal, dikenalkan lalu gagal, akhirnya
Allah memberikan seseorang yang tanpa perlu perkenalan , wkwk. Saya pun masih
tidak menyangka akan menikah dengan sosok ini dan hal ini menambah keyakinan
saya bahwa memang jodoh itu tidak datang karna permintaan tetapi ia akan datang
karna kepantasan. Sepanjang apapun kita meminta sama Allah untuk menikah jika
segala hal dalam diri kita belum pantas untuk menikah ya tidak akan, ini based on my story jadi sedikit subjektif
tapi ini fakta. Menikah bukan persoalan umur, bukan persoalan status social,
bukan persoalan karir jabatan apalagi, menikah itu takdir gesss. Lihat bagaimana
kisah-kisah terdahulu dalam perjumpaannya dengan jodoh katakanlah kisah putri Rasulullah
SAW Sayyidah Fatimah Az-zahra dengan Ali bin Abi Thalib jika diukur dengan
kedudukan dunia (kekayaan dll) apakah mungkin ? sedangkan sebelum Rasulullah
menikahkan anaknya dengan Ali, Abu Bakar
dan Umar bin Khatab yang dari segi harta dan kedudukan jauh lebih tinggi dari
Ali datang melamar putrinya tapi tidak diterima oleh Rasulullah. Jodoh itu Ajaib,
membuat kita takjub dengan jalannya bisa saja teman semasa sekolah, teman
semasa kecil, teman kerja, teman organisasi hanya perlu dibuka jalannya.
Sisihkan ruang penerimaan.
Jadi bagaimana pernikahan ? seru gesss, wkwk. Menikmati banyak rasa dalam satu waktu. Secara spesifiknya pernikahan sepertinya tidak bisa saya jabarkan karena terlalu subjektif seperti yang orang katakan bahwa pernikahan itu hanya manis diawal itu juga subjektif setiap rumah tangga memiliki cerita tersendiri yang intinya tidak selalu baik juga tidak melulu buruk asal selalu memahami peran dan kedudukan masing-masing dalam rumah tangga dan mau sama-sama belajar tentunya karna setiap hari bahkan setiap saat rasanya selalu di uji oleh Allah kalau enggan belajar bagaimana bisa berhasil dengan ujiannya ? ah celotehnya terlalu banyak, mohon ampun wkwk.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar